Selasa, 26 November 2013

silabus




SILABUS
Nama Sekolah                       :  SMK NEGERI 5 KOTA LANGSA
Mata Pelajaran                       :  Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester                  :  XI / 1 
Standar Kompetensi            :  (Al Quran) Memahami ayat-ayat Al Quran tentang kompetisi dalam kebaikan.
Kode Kompetensi                 :  13
Alokasi Waktu                       :  4 X 45 menit

KOMPETENSI DASAR

INDIKATOR

MATERI PEMBELAJARAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

PENILAIAN

ALOKASI WAKTU


SUMBER
BELAJAR
TM
PS
PI
Al Qur’an
13.1  Membaca  QS Al Baqarah: 148 dan QS Fatir: 32


  • Mampu membaca Q.S. Al Baqarah : 148 dan Fatir : 32 dengan baik dan benar
  • Mampu mengidentifikasi tajwid Q.S. Al Baqarah : 148 dan Fatir : 32 dengan baik dan benar.
  • Mampu membuat contoh kata sesuai hukum tajwid.


·       Q.S. Al Baqarah:148
·       Q.S. Fatir: 32

  • Membaca dengan fasih Q.S. Al Baqarah : 148 dan Fatir : 32.
  • Mengidentifikasi tajwid Q.S. Al Baqarah : 148 dan Fatir : 32.

   Tugas Individu

Lembar pengamatan

1



- Al-Quran dan terjemah.
- Buku PAI kelas XI.
- Buku-buku
  yang  relevan.
13.2  Menjelaskan arti QS Al Baqarah: 148 dan QS Fatir: 32


·          Mampu mengartikan setiap kata yang terdapat dalam Q.S Al Baqarah : 148 dan Fatir : 32 dengan baik dan benar.
·          Mampu mengartikan ayat Q.S. Al Baqarah : 148 dan Fatir : 32.
·          Mampu menterjemahkan Q.S. Al Baqarah : 148 dan Fatir : 32




·       Q.S. Al Baqarah:148
·       Q.S. Fatir: 32

  • Mengartikan setiap kata yang terdapat dalam  Q.S Al Baqarah : 148 dan Fatir : 32.
  • Mengartikan ayat Q.S. Al Baqarah : 148 dan Fatir : 32
  • Mendiskusikan terjemah  QS Al Baqarah : 148 dan Fatir : 32

   Tugas Individu
   Tugas kelompok
   Ulangan harian

   Uraian singkat


1



- Al-Quran dan terjemah.
- Buku PAI kelas XI.
- Buku-buku
  yang  relevan.
13.3  Menampilkan perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperti terkandung dalam QS Al Baqarah: 148 dan QS Fatir: 32


  • Mampu mengidentifikasi perilaku berkompetisi dalam kebaikan sesuai dengan QS Al Baqarah: 148 dan Fatir: 32
  • Mampu mempraktikkan perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperti yang terkandung dalam QS Al Baqarah: 148 dan Fatir : 32.
  • Mampu menunjukkan perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperti yang terkandung dalam QS Al Baqarah: 148 dan Fatir : 32.



·       QS Al Baqarah:148
·       QS  Fatir : 32


·        Mengidentifikasi perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperti yang terkandung dalam QS Al Baqarah: 148 dan Fatir : 32.
·        Mempraktikkan perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperti yang terkandung dalam QS Al Baqarah: 148 dan Fatir : 32.
·        Menunjukkan perilaku  berkompetisi dalam kebaikan seperti yang terkandung dalam QS Al Baqarah: 148 dan Fatir : 32.


   Tugas Individu

Lembar pengamatan


2



- Al-Quran dan terjemah.
- Buku PAI kelas XI.
- Buku-buku
  yang  relevan.
 

SILABUS
Nama Sekolah                       :  SMK NEGERI 5 KOTA LANGSA
Mata Pelajaran                       :  Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester                  :  XI / 1 
Standar Kompetensi            :  (Al Quran) Memahami ayat-ayat Al Quran tentang perintah menyantuni kaum dhu’afa
Kode Kompetensi                                :  14
Alokasi Waktu                       :  4 X 45 menit


KOMPETENSI DASAR

INDIKATOR

MATERI PEMBELAJARAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

PENILAIAN

ALOKASI WAKTU


SUMBER
BELAJAR
TM
PS
PI
14.1 Membaca  QS Al Isra:  26–27 dan QS Al-Baqarah: 177


  • Mampu membaca  Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177 dengan baik dan benar
  • Mampu mengidentifikasi tajwid Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177
  • Mampu membuat contoh kalimat sesuai dengan hukum tajwid.


  • Al Quran Surat Al Isra : 26-27
  • Al Quran Surat Al Baqarah : 177

  • Membaca  Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177
  • Mengidentifikasi tajwid Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177

  Tugas Individu

Lembar  pengamatan

1



- Al-Quran dan terjemah.
- Buku PAI kelas XI.
- Buku-buku
  yang  relevan.
14.2  Menjelaskan arti  QS Al-Isra: 26-27 dan  QS Al Baqarah: 177


  • Mampu mengartikan per-kata Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177
  • Mampu mengartikan per-ayat Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177
  • Mampu mendiskusikan terjemah  Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177

  • QS Al Isra : 26-27
  • QS Al Baqarah : 177

  • Mengartikan per-kata Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177
  • Mengartikan per-ayat Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177
  • Mendiskusikan kandungan  Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177


  Tugas Individu
  Tugas kelompok
  Ulangan harian

  Uraian singkat

1



- Al-Quran dan terjemah.
- Buku PAI kelas XI.
- Buku-buku
  yang  relevan.
14.3  Menampilkan perilaku menyantuni kaum du’afa seperti terkandung dalam  QS Al-Isra: 26-27 dan  QS Al Baqarah: 177


  • Mampu mengidentifikasi perilaku menyantuni kaum dhu’afa seperti yang terkandung dalam Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177
  • Mampu mempraktikkan perilaku menyantuni kaum dhu’afa  seperti yang terkandung dalam Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177
  • Mampu menunjukkan perilaku menyantuni kaum dh’afa  seperti yang terkandung dalam Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177


·Al Quran Surat Al Isra: 26-27
· Al Quran Surat Al Baqarah: 177

  • Mengidentifikasi perilaku menyantuni kaum dhu’afa seperti yang terkandung dalam Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177
  • Mempraktikkan perilaku menyantuni kaum dhu’afa  seperti yang terkandung dalam Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177
  • Menunjukkan perilaku menyantuni kaum dhu’afa  seperti yang terkandung dalam Q.S. Al Isra : 26-27 dan Al Baqarah : 177


Tugas Individu


Lembar pengamatan


2



- Al-Quran dan terjemah.
- Buku PAI kelas XI.
- Buku-buku
  yang  relevan.















SILABUS
Nama Sekolah                       :  SMK NEGERI 5 KOTA LANGSA
Mata Pelajaran                       :  Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester                  :  XI / 1
Standar Kompetensi            :  (Aqidah) Meningkatkan keimanan kepada Rasul-rasul Allah.
Kode Kompetensi                                :  15
Alokasi Waktu                       :  4 X 45 menit


KOMPETENSI DASAR

INDIKATOR

MATERI PEMBELAJARAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

PENILAIAN

ALOKASI WAKTU


SUMBER
BELAJAR
TM
PS
PI
15.1  Menjelaskan tanda-tanda beriman kepada Rasul-rasul Allah


  • Mampu menjelaskan tanda beriman kepada Rasul-rasul Allah.
  • Mampu mengidentifikasi tanda-tanda beriman kepada rasul-rasul Allah.
  • Mampu menjelaskan sikap beriman kepada Rasul-rasul Allah.

Beriman kepada Rasul-rasul Allah :
- Tanda-tanda beriman kepada Rasul-rasul Allah

  • Mendiskusikan dalam kelompok tentang tanda-tanda beriman kepada Rasul-rasul Allah.
  • Mempresentasikan hasil diskusi tentang tanda-tanda beriman kepada Rasul-rasul Allah


  Tugas individu
  Ulangan harian

  Uraian bebas.


2



- Al-Quran dan terjemah.
- Buku PAI kelas XI.
- Buku-buku
  yang  relevan.
15.2  Menunjukkan contoh-contoh perilaku beriman kepada Rasul-rasul Allah


  • Mampu menjelaskan contoh-contoh perilaku beriman kepada Rasul-rasul Allah.
  • Mampu mengidentifikasi contoh-contoh beriman kepada Rasul-rasul Allah.
  • Mampu mengidentifikasi sifat-sifat mulia para Rasul Allah.

Beriman kepada Rasul-rasul Allah :
- Contoh-contoh perilaku beriman kepada Rasul-rasul Allah

·         Mendiskusikan contoh-contoh perilaku beriman kepada Rasul-rasul Allah.
·         Mempresentasikan hasil diskusi tentang contoh-contoh beriman kepada rasul-rasul Allah.
·         Mengidentifikasi contoh-contoh beriman kepada Rasul-rasul Allah.


   Tugas individu
   Ulangan harian

  Uraian singkat


1



- Al-Quran dan terjemah.
- Buku PAI kelas XI.
- Buku-buku
  yang  relevan.
15.3 Menampilkan perilaku yang mencerminkan  keimanan kepada Rasul-rasul Allah dalam kehidupan sehari-hari


  • Mampu menunjukkan perilaku yang mencerminkan beriman kepada rasul-rasul Allah
  • Mampu meneladani sifat mulia Rasul-rasul Allah
  • Mampu mengaplikasikan sifat-sifat para Rasul Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Beriman kepada Rasul-rasul Allah :
- Perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Rasul-rasul Allah dalam kehidupan sehari-hari.

·         Mengidentifikasi perilaku yang mencerminkan beriman kepada Rasul-rasul Allah.
·         Mempraktikkan perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Rasul-rasul Allah dalam pembelajaran.
·         Meneladani sifat mulia Rasul-rasul Allah.


   Tugas individu

Lembar pengamatan

1



- Buku PAI kelas XI.
- Buku-buku
  yang  relevan.






















SILABUS
Nama Sekolah                       :  SMK NEGERI 5 KOTA LANGSA
Mata Pelajaran                       :  Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester                  :  XI / 1
Standar Kompetensi            :  (Akhlaq) Membiasakan perilaku terpuji.
Kode Kompetensi                                :  16
Alokasi Waktu                       :  4 X 45 menit

KOMPETENSI DASAR

INDIKATOR

MATERI PEMBELAJARAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

PENILAIAN

ALOKASI WAKTU


SUMBER
BELAJAR
TM
PS
PI
16.1  Menjelaskan pengertian  taubat dan raja`


  • Mampu menjelaskan pengertian taubat
  • Mampu menjelaskan syarat-syarat bertaubat.
  • Mampu menjelaskan pengertian raja’
  • Mampu menjelaskan kenapa kita harus berharap kepada Allah.


Taubat dan Raja’ :
·    Pengertian Taubat
·    Pengertian Raja’

·         Mendiskusikan pengertian taubat .
·         Mempresentasikan hasil diskusi tentang pengertian taubat
·         Mendiskusikan pengertian raja’.
·         Mempresentasikan hasil diskusi tentang pengertian raja’.


   Tugs individu
   Ulangan harian

   Uraian singkat


2



- Buku PAI kelas XI.
- Internet.
- Buku-buku
  yang  relevan.
16.2  Menampilkan contoh-contoh perilaku taubat dan raja`


  • Mampu menunjukkan contoh-contoh perilaku taubat
  • Mampu menunjukkan contoh-contoh perilaku raja’


Taubat dan Raja’ :
·    Contoh Perilaku Taubat
·    Contoh Perilaku Raja’

·         Mempraktikkan contoh-contoh perilaku taubat.
·         Menunjukkan contoh-contoh perilaku taubat.
·          Mempraktikkan contoh-contoh perilaku  raja’.
·         Menunjukkan contoh-contoh perilaku raja’.


  Tugas individu


Lembar Pengamatan


1



- Buku PAI kelas XI.
- Buku-buku
  yang  relevan.
16.3  Membiasakan perilaku bertaubat dan  raja` dalam kehidupan sehari hari


  • Terbiasa berperilaku bertaubat  dalam kehidupan sehari-hari.
  • Terbiasa berperilaku raja’ dalam kehidupan sehari-hari.

Pembiasaan Taubat dan Raja’ dalam kehidupan sehari-hari.

·         Membiasakan raja’ dalam keseharian.
·         Membiasakan taubat dalam keseharian.

Tugas individu

Lembar pengamatan


1



- Buku PAI kelas XI.
- Buku-buku
  yang  relevan.



SILABUS
Nama Sekolah                       :  SMK NEGERI 5 KOTA LANGSA
Mata Pelajaran                       :  Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester                  :  XI / 1
Standar Kompetensi            :  (Fiqih) Memahami hukum Islam tentang mu’amalah.
Kode Kompetensi                                :  17
Alokasi Waktu                       :  6 X 45 menit

KOMPETENSI DASAR

INDIKATOR

MATERI PEMBELAJARAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

PENILAIAN

ALOKASI WAKTU


SUMBER
BELAJAR
TM
PS
PI
17.1  Menjelaskan  asas-asas transaksi ekonomi dalam Islam


  • Mampu menjelaskan ketentuan hukum jual beli.
  • Mampu mengemukakan dalil tentang jual beli.
  • Menjelaskan hukum jual beli sesuai syariah.
  • Menjelaskan macam-macam jual beli.

Transaksi Ekonomi dalam Islam :
- Asas-asas transaksi  ekonomi dalam Islam

·         Mendiskusikan asas-asas transaksi ekonomi dalam Islam dalam kelompok.
·         Mempresentasikan hasil diskusi kelompok tentang asas-asas transaksi ekonomi dalam Islam.


   Tugas Individu
   Ulangan harian

   Uraian singkat


2



- Al-Quran dan terjemah.
- Buku PAI kelas XI.
- Buku-buku
  yang  relevan.
- Internet.
17.2  Memberikan contoh transaksi ekonomi dalam Islam 

  • Mampu memberikan contoh-contoh transaksi ekonomi dalam Islam.
  • Mempraktekkan tentang transaksi ekonomi dalam Islam
  • Menyebutkan contoh jual beli yang terlarang menurut Islam.

Transaksi Ekonomi dalam Islam :
- Contoh-contoh transaksi ekonomi dalam Islam.

  • Mendiskusikan contoh-contoh transaksi ekonomi dalam Islam
  • Melakukan simulasi tentang transaksi ekonomi dalam Islam
  • Melakukan kunjungan ke bank syari’ah.

   Tugas Individu
   Ulangan harian

   Uraian singkat


2



- Buku PAI kelas XI.
- Buku-buku
  yang  relevan.

17.3  Menerapkan  transaksi ekonomi Islam dalam kehidupan sehari-hari


  • Mampu menerapkan transaksi ekonomi Islam dalam jual beli
  • Mampu menerapkan transaksi ekonomi Islam dalam simpan pinjam
  • Mampu menerapkan transaksi ekonomi Islam dalam sewa menyewa


Penerapan transaksi ekonomi dalam Islam

  • Mendiskusikan tentang  transaksi ekonomi Islam dalam jual beli
  • Mendiskusikan tentang  transaksi ekonomi Islam dalam simpan pinjam
  • Mendiskusikan tentang transaksi ekonomi Islam dalam sewa menyewa


  Tugas kelompok

Lembar pengamatan


2



- Buku PAI kelas XI.
- Buku-buku
  yang  relevan.




SILABUS
Nama Sekolah                       :  SMK NEGERI 5 KOTA LANGSA
Mata Pelajaran                       :  Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester                  :  XI / 1
Standar Kompetensi            :  (Tarikh dan Peradaban Islam) Memahami perkembangan Islam pada abad pertengahan.
Kode Kompetensi                                :  18
Alokasi Waktu                       :  4 X 45 menit

KOMPETENSI DASAR

INDIKATOR

MATERI PEMBELAJARAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

PENILAIAN

ALOKASI WAKTU


SUMBER
BELAJAR
TM
PS
PI
18.1  Menjelaskan perkembangan Islam pada  abad pertengahan


  • Mampu menjelaskan perkembangan Islam di bidang ilmu pengetahuan dan peradaban pada abad pertengahan.
  • Mampu menjelaskan manfaat dari sejarah perkembangan Islam pada abad pertengahan


Perkembangan Islam pada abad pertengahan.

  • Mendiskusikan perkembangan Islam di bidang ilmu pengetahuan dan peradaban pada abad pertengahan .
  • Diskusi dan tanya jawab tentang manfaat dari perkembangan Islam pada abad pertengahan


  Tugas individu
  Tugas kelompok
  Ulangan harian

  Uraian bebas


2



- Buku PAI kelas XI.
- Buku-buku
  yang  relevan.
- Internet.
18.2  Menyebutkan contoh peristiwa perkembangan Islam pada abad pertengahan


  • Mampu menyebutkan beberapa contoh peristiwa perkembangan Islam pada abad pertengahan.
  • Mampu menjelaskan manfaat dari contoh peristiwa perkembangan Islam pada abad  pertengahan

Contoh peristiwa perkembangan Islam pada abad pertengahan.

  • Mengidentifikasi dari peristiwa perkembangan Islam pada abad pertengahan.
  • Mendiskusikan contoh-contoh peristiwa perkembangan Islam pada abad pertengahan.


  Tugas individu
  Tugas kelompok
  Ulangan harian

  Uraian bebas


2



- Buku PAI kelas XI.
- Buku-buku
  yang  relevan.
- Internet.

Jumat, 19 Oktober 2012

BIRRUL WALIDAIN



A.   Pengertian
Al Birr yaitu kebaikan, berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam (artinya) : "Al Birr adalah baiknya akhlaq"[1].
Al Birr merupakan haq kedua orang tua dan kerabat dekat, lawan dari Al ‘Uquuq yaitu kejelekan dan  menyia-nyiakan haq.
"Al Birr adalah mentaati kedua orang tua didalam semua apa yang mereka perintahkan kepada engkau, selama tidak bermaksiat kepada Allah, dan Al ‘Uquuq dan menjauhi mereka dan tidak berbuat baik kepadanya."[2]  (Disebutkan dalam kitab Ad Durul Mantsur 5/259)
Berkata Urwah bin Zubair mudah-mudahan Allah meridhoi mereka berdua tentang firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya):
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً ﴿٢٤﴾
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan."   (QS. Al Isra’ : 24). Yaitu: "Jangan sampai mereka berdua tidak ditaati sedikitpun"[3].
Berkata Imam Al Qurtubi mudah-mudahan Allah merahmatinya: "Termasuk ‘Uquuq (durhaka) kepada orang tua adalah menyelisihi/ menentang keinginan-keinginan mereka dari (perkara-perkara) yang mubah, sebagaimana Al Birr (berbakti) kepada keduanya adalah memenuhi apa yang menjadi keinginan mereka. Oleh karena itu, apabila salah satu atau keduanya memerintahkan sesuatu, wajib engkau mentaatinya selama hal itu bukan perkara maksiat, walaupun apa yang mereka perintahkan bukan perkara wajib tapi mubah pada asalnya, demikian pula apabila apa yang mereka perintahkan adalah perkara yang mandub (disukai/ disunnahkan)[4].
Berkata Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah mudah-mudahan Allah merahmatinya:  Berkata Abu Bakr di dalam kitab Zaadul Musaafir  " Barangsiapa yang menyebabkan kedua orang tuanya marah dan menangis, maka dia harus mengembalikan keduanya agar dia bisa tertawa (senang) kembali"[5].

B.   Hukum Birrul Walidain
Para Ulama’ Islam sepakat bahwa hukum berbuat baik (berbakti) pada kedua orang tua hukumnya adalah wajib, hanya saja mereka berselisih  tentang ibarat-ibarat  (contoh pengamalan) nya.
Berkata Ibnu Hazm, mudah-mudahan Allah merahmatinya: "Birul Walidain adalah fardhu (wajib bagi masing-masing individu). Berkat beliau dalam kitab Al Adabul Kubra: Berkata Al Qodli Iyyad: "Birrul walidain adalah wajib pada selain perkara yang haram"[6].
Dalil-dalil Shahih dan Sharih (jelas) yang mereka gunakan banyak sekali , diantaranya:
1.      Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya):
وَاعْبُدُواْ اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً ﴿٣٦﴾
"Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua Ibu Bapak". (An Nisa’ : 36).
Dalam ayat ini (berbuat baik kepada Ibu Bapak) merupakan perintah, dan perintah disini menunjukkan kewajiban, khususnya, karena terletak setelah perintah untuk beribadah dan meng-Esa-kan (tidak mempersekutukan) Allah,  serta tidak didapatinya perubahan  (kalimat dalam ayat tersebut) dari perintah ini[7].


2.      Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya):
وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً﴿٢٣﴾
"Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya". (QS. Al Isra’: 23).
Adapun makna ( qadhoo ) = Berkata Ibnu Katsir : yakni, mewasiatkan. Berkata Al Qurthubiy : yakni, memerintahkan, menetapkan dan mewajibkan.
3.      Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya):
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ ﴿١٤﴾
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu Bapanya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang Ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu.".(QS.Luqman:14).
Berkaitan dengan ini, Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wassallam bersabda (artinya): "Keridhaan Rabb (Allah) ada pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Rabb (Allah) ada pada kemurkaan orang tua"[8]. Hadits ini Shohih, lihat Silsilah Al Hadits Ash Shahiihah No. 516.

4.      Hadits Al Mughirah bin Syu’bah - mudah-mudahan Allah meridhainya, dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam beliau bersabda (artinya): "Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian mendurhakai para Ibu, mengubur hidup-hidup anak perempuan, dan tidak mau memberi tetapi meminta-minta (bakhil) dan Allah membenci atas kalian (mengatakan) katanya si fulan begini si fulan berkata begitu (tanpa diteliti terlebih dahulu), banyak bertanya (yang tidak bermanfaat), dan membuang-buang harta"[9].

C.   Keutamaan Birrul Walidain.
v  Termasuk Amalan Yang Paling Mulia.
Dari Abdullah bin Mas’ud mudah-mudahan Allah meridhoinya dia berkata : Saya bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: Apakah amalan yang paling dicintai oleh Allah?, Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: "Sholat tepat pada waktunya", Saya bertanya : Kemudian apa lagi?, Bersabada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam "Berbuat baik kepada kedua orang tua". Saya bertanya lagi : Lalu apa lagi?, Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : "Berjihad di jalan Allah[10].
v  Merupakan Salah Satu Sebab-Sebab Diampuninya Dosa.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman (artinya):
أُوْلَئِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَنَتَجاوَزُ عَن سَيِّئَاتِهِمْ فِي أَصْحَابِ الْجَنَّةِ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ ﴿١٦﴾
"Mereka itulah orang-orang yang kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga. Sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka." (QS. Al Ahqaf 16)
v  Merupakan Sebab keridhoan Allah.
 Sebagaiman hadits yang terdahulu "Keridhoan Allah ada pada keridhoan kedua orang tua dan kemurkaan-Nya ada pada kemurkaan kedua orang tua".

D.   Penutup
Dalam uraian diatas dapat kita simpulkan yang bahwa berbakti kepada kedua orangtua sangat dianjurkan bahkan diwajibkan, berdasarkan ayat-ayat sebagaimana yang telah tersebut diatas.
Masih banyak hadis-hadis yang lain yang berbicara tentang berbakti kepada kedua orangtua, contohnya :
Dari Abu Hurairah, mudah-mudahan Allah meridhoinya, dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: "Celakalah dia, celakalah dia", Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya : Siapa wahai Rasulullah?, Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Orang yang menjumpai salah satu atau kedua orang tuanya dalam usia lanjut kemudian dia tidak masuk surga". (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya No. 1758,).
Dari Mu’awiyah bin Jaahimah mudah-mudahan Allah meridhoi mereka berdua, Bahwasannya Jaahimah datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam kemudian berkata : "Wahai Rasulullah, saya ingin (berangkat) untuk berperang, dan saya datang (ke sini) untuk minta nasehat pada anda. Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : "Apakah kamu masih memiliki Ibu?". Berkata dia : "Ya". Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Tetaplah dengannya karena sesungguhnya surga itu dibawah telapak kakinya".
(Hadits Hasan diriwayatkan oleh Nasa’i dalam Sunannya dan Ahmad dalam Musnadnya, Hadits ini Shohih. (Lihat Shahihul Jaami No. 1248).






DAFTAR KEPUSTAKAAN

Ø Shahih Muslim
Ø Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an


[1] Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya Nomor 1794
[2] Disebutkan dalam kitab Ad Durul Mantsur , jilid 5, hal  259
[3] ibid..
[4] Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an, Jil 6, hal . 238
[5] Ghadzaul Al Baab. Jilid, 1, hal. 382
[6] Ghdzaul Al Baab, jilid 1, hal 382
[7] Al Adaabusy Syar’iyyah, jilid 1, hal 434
[8] Riwayat Tirmidzi dalam Jami’nya (1/ 346)
[9] Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya No. 1757
[10] Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya

Rabu, 19 September 2012

Menyuburkan hati



Ibnu al-Qayyim rahimahullah mengatakan:

“Kemarau yang melanda hati adalah kelalaian. Kelalaian itulah hakikat kekeringan dan kemarau yang menimpanya. Selama seorang hamba tetap mengingat Allah dan mengabdikan diri kepadaNya, niscaya hujan rahmat akan turun kepadanya sebagaimana layaknya air hujan yang terus menerus turun. Namun, apabila ia lalai maka ia akan mengalami masa kering yang berbanding lurus dengan sedikit banyaknya kelalaian yang terjadi padanya. Dan apabila ternyata kelalaian telah berhasil menjajah dan menguasai dirinya maka jadilah ‘buminya’ itu hancur dan binasa…”

Ibnu Qoyyim juga berkata, “Inti penyakit hati itu adalah syubhat dan nafsu syahwat. Sedangkan al-Qur’an adalah penawar bagi kedua penyakit itu, karena di dalamnya terdapat penjelasan-penjelasan dan argumentasi-argumentasi yang akurat, yang membedakan antara yang haq dengan yang batil, sehingga penyakit syubhat hilang. Penyembuhan al-Qur’an terhadap penyakit nafsu syahwat, karena di dalam al-Qur’an terdapat hikmah, nasihat yang baik, mengajak zuhud di dunia dan lebih mengutamakan kehidupan akhirat.”

Orang yang ingin memperbaiki hatinya hendaknya mengetahui bahwa berobat dengan al-Qur’an itu tidak cukup hanya dengan membaca al-Qur’an saja, tetapi harus memahami, mengambil pelajaran dan mematuhi hukum-hukum yang terkandung di dalamnya.

Ya Allah, jadikanlah al-Qur’an itu sebagai pelipur lara, penawar hati dan penghilang kegundahan dan kegelisahan kami. Aamiin.

(Diambil dari “Shalahul Qulub”, Syaikh Dr. Khalid bin Abdullah al-Mushlih –semoga Allah menjaganya-)

Sabtu, 07 April 2012

buhullll


Hidup dalam persahabatan ,……
Sahabat.....
Seberat  apapun masalahmu
sekelam apapun beban hidupmu
jangan pernah berlari darinya....

... Seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
dia pasti akan menemuimu
dalam sebuah episode kehidupanmu

Sahabatku……
alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit kerendahan hati dan keteguhan

Sahabat…….
dengan begitu
sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati dirimu
menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan

Dan yakinlah sahabat……..
Engkaupun akan semakin bisa bertahan
kala badai cobaan itu menghantam...

Dalam sebuah Proses dan Belajar,
Pembelajaran tentang Kehidupan.